Momen Bersejarah Sepakbola Nasional yang Tidak Bisa Dilupakan

Klub-klub pendiri PSSI yang Belum Pernah Juara Liga Indonesia, Siapa Saja Mereka?

Terdapat banyak peristiwa sejarah yang beriringan dengan perjalanan dunia sepak bola nasional hingga berkembang seperti saat ini. Olahraga bola bundar tersebut twlah dikenal masyarakat pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Menurut sejarah, sepak bola masuk ke Indonesia dibawa oleh orang Eropa abad ke-19 ketika Hindia Belanda berkuasa. Saat itu, banyak jenis kesebelasan yang dipunyai oleh Belanda, Arab, Tionghoa maupun bumiputera.

Tentu saja perkembangan sepak bola di Indonesia menemui bebagai jenis momen penting yang mampu membuatnya seperti sekarang. Lalu, apa saja momen tersebut? Berikut ulasannya!

  1. Proses Berdirinya PSSI

Meskipun sudah ada organisasi yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda untuk menghimpun kegiatan sepak bola. Namun, pihak kolonial cenderung diskriminasi yang mendorong Soeratin Sosrosoegondo beserta rekannya untuk melawannaya.

Saat itu, Soeratin melakukan konsolidasi dengan tim perserikatan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendirikan organisasi sepak bola. Permintaan Soeratin akhirnya erpenuhi dengan ikutnya 7 klub Bumiputera yang terlibat dalam pertemuan dengan Soeratin.

Hasil pertemuan tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya PSSI pada 13 April 1930 dengan Ir. Soeratin Sosrosoegondo sebagai Ketua pertama PSSI.

 

  1. Liga Pertama yang Diadakan Oleh PSSI

Seiring berkembanganya PSSI sebagai organisasi sepak bola daerah, tercetus pula kompetisi yang mempertemukan antar perserikatan.

Meskipun sebelumnya, tiap perserikatan sudah menggelar kompetisi internal di bawah naungan perserikatan masing-masing. Pihak PSSI akhirnya mengadakan kompetisi antar perserikatan di level nasional.

Kompetisi pertama di bawah naungan dari PSSI digelar untuk pertama kali tahun 1939 memakai sistem turnamen dengan jumlah total peserta tujuh anggota perserikatan.

Kompetisi perdana tersebut dikenal Stedenwed diadakan di alun-alun Keraton Surakarta. Tim tuan rumah Voerslandsche Voetbal Bong (VIB) telah sukses sebagai perserikatan dan berhasil menjadi juara.

 

  1. Peleburan Pertandingan Perserikatan dan Galatama Menjadi Liga Indonesia

Agenda kompetisi yang diadakan oleh PSSI mulai tahun 1930-1979 satu-satunya adalah pertandingan tingkat nasional yakni, Kejuaraan Nasional Perserikatan. Namun, pertandingan tersebut masih terbilang amatir.

Selanjutnya, PSSI mencetuskan agenda pertandingan sepak bola bersifat semi profesional yaitu, Liga  Sepak Bola Utama atau Galatama.

Dua pertandingan tersebut mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan lantaran perserikatan memperoleh dukungan luar biasa dari masyarakat.

Hal itu karena klub perserikatan terbentuk lebih dahulu dan mampu menyedot pendukung fanatic daerah.

Meskipun demikian, sistem pengelolaan dari Perserikatan terkesan jauh dari kata profesional. Hal itu karena klub perserikatan mengandalkan pendanaan dari pihak pemerintah daerah.

Sedangkan, pengelolaan klub yang ikut ke dalam kompetisi di Galatama sudah terkelola secara mandiri dan profesional. Meski begitu, laga yang diadakan kurang diminati oleh pecinta sepak bola nasional.

Pada permulaan tahun 1994, PSSI akhirnya menggabungkan Divisi Utama Perserikatan dengan agenda pertandingan Galatama sebagai satu wadah dengan Liga Indonesia.

Meski memperoleh penolakan dai berbagai kalangan. Namun, ide tersebut memperoleh banyak dukungan dari AFC, KONI maupun pemerintah.

Pada akhirnya, ide penggabungan dua pertandingan tersebut mempunyai latar belakang yang dianggap tidak sama dan bisa diakhiri tahun 1994. Pada saat itu, Divisi Utama Liga Indonesia diikuti oleh 33 klub, 16 kontestan dari Galatama dan 18 lainnya dari Perserikatan.

Untuk pertnadingan pertama usai penggabungan, kompetisi Liga Speka bola nasional 1994-1995 pada akhirnya diadakan. Namun, saat itu nama liga Indonesia dikenal sebagai Liga Dunhill.

Saat itu, pertandingan pembukaan tersebut berjalan dengan mempertemukan dua tim yakni, Pelita Jaya dengan Persib Bandung. Pada akhirnya, Pelita Jaya menjadi juara Galatama 1993-1994. Sedangkan, Persib Bandung menjadi juara Divisi Utama Perserikatan tahun 1993-1994.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.