Mengenal Apa Itu Penyakit Akromegali

Mengenal Akromegali, Kondisi saat Tubuh Kelebihan Hormon Pertumbuhan

Penyakit Akromegali merupakan penyakit dimana pengidapnya mengalami kondisi langka karena tubuhnya dapat memproduksi hormon pertumbuhan yang terlalu berlebih, sehingga membuat jaringan-jaringan lunak yang ada pada tubuh pengidapnya tumbuh secara cepat dan berlebihan. Jika dibiarkan terus-menerus maka hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan pada tangan, kaki, dan organ lunak lain berjalan secara berlebihan dan menimbulkan berbagai gejala lainnya. Penyakit Akromegali biasanya bisa terdeteksi pada pengidapnya mulai dari usia 20-50 tahun, tetapi penyakit ini juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa terjadi diluar usia tersebut, karena jika penyakit ini sudah dimulai sejak pengidapnya berusia anak-anak maka pengidap penyakit tersebut juga mengalami penyakit gigantisme dimana kondisi penyakit tersebut sama dengan penyakit akromegali hanya saja terjadinya sejak pengidapnya berusia anak-anak atau sebelum masa pertumbuhan.

Tanda dan gejala dari penyakit akromegali ini cukup sulit untuk dideteksi karena penyakit ini berkembang perlahan seiring dengan masa pertumbuhan pengidapnya, berikut ini merupakan salah satu gejala yang biasanya dialami oleh orang yang mengidap akromegali :

  • Rambut atau bulu halus yang tumbuh terlalu banyak pada wanita.
  • Lidah dan rahang yang membesar dan menonjol kedepan.
  • Terjadi pembesaran di area tulang wajah, kaki, dan tangan.
  • Alis yang menonjol.
  • Pertambahan berat badan tanpa disertai pertambahan tinggi badan.
  • Terjadi percepatan pertumbuhan yang abnormal setelah usia remaja.
  • Adanya ruang antara gigi yang tumbuh.
  • Suara dan cara bicara menjadi berat
  • Jari tangan serta jari kaki terentang.
  • Kesulitan untuk tidur
  • Lemah otot
  • Pembesaran pada kelenjar sebaceous yakni kelenjar yang menghasilkan minyak pada kulit. Hal ini biasanya menyebabkan penderita penyakit ini bau badan dan mudah berkeringat.

Penyebab penyakit akromegali adalah bagian dari beberapa hormon yang mengatur pertumbuhan serta perkembangan tubuh mengalami terjadi ketidakseimbangan. Orang yang mengidap penyakit akromegali biasanya memiliki hormon growth yang terlalu tinggi, hal ini membuat segala pertumbuhan tulang dan juga organ berjalan terlalu cepat karena orang dengan akromegali memiliki stimulasi pertumbuhan yang lebih tinggi dari orang normal pada umumnya. Hormon pertumbuhan yang diproduksi didalam kelenjar pituari biasanya terganggu karena tumbuhnya tumor adenoma di area kelenjar pituari, tumor itulah yang menyebabkan hormon pertumbuhan terganggu dan memproduksi terlalu banyak.

Untuk mendiagnosis penyakit akromegali ini sebelumnya dokter harus memeriksa Riwayat medis yang dimiliki oleh pasien setelah itu barulah dokter menyarankan untuk mengikuti Langkah-langkah tes berikut :

  • Uji Penekanan hormon pertumbuhan

Uji ini merupakan salah satu uji yang dapat dilakukan untuk memverifikasi penyakit akromegali. Pada tes ini level darah didalam hormon pertumbuhan akan diukur sebelum dan sesudah pasien mengkonsumsi glukosa. Jika dalam kondisi normal maka kadar glukosa akan menekam kadar hormon pertumbuhan, namun pada pengidap akromegali kadar hormon pertumbuhan tetaplah tinggi.

  • Pengukuran hormon pertumbuhan dan IGF-I

Sebelum mengikuti tes ini pasien diwajibkan untuk berpuasa satu malam sebelumnya, kemudia dokter akan mengambil sample darah untuk mengukur level hormon pertumbuhan dan juga IGF-I. Jika terjadi peningkatan terhadap kedua hormon tesebut maka sudah dipastikan bahwa orang tersebut mengidap akromegali.

  • Pemeriksaan pencitraan

Selain dau metode diatas biasanya dokter juga akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan pencitraan dengan menggunakan MRI, guna mengetahui lokasi dan ukuran tumor di kelenjar pituari yang menyebabkan hormon pertumbuhan terlalu banyak.

Jika anda merasa anda memiliki gejala-gejala diatas maka anda bisa langsung segera berkonsultasi dengan dokter dan meminta saran untuk mengikuti tes untuk mengetahui apakah anda mengalami akromegali atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.