Donasi Untuk Yaman, Untuk Selamatkan Jutaan Jiwa

Yaman sedang mengalami musibah kelaparan. Dalam tahun 2017 saja, sudah ratusan ribu korban berjatuhan. Selain karena kelaparan, masyarakat Yaman juga mengalami depresi dan tekanan akibat perang saudara yang meletus sejak beberapa waktu yang lalu. Kini, Yaman terbagi menjadi 2 bagian dan penduduk sipil terpaksa menjadi korbannya. Banyak yang disandera, disekap, bahkan dibunuh oleh anggota kelompok tersebut.

Menurut PBB, perang saudara yang terjadi di Yaman jika tidak segera terselesaikan bisa mengakibatkan masalah kemanusiaan seperti yang ada di Suriah. Awal mula ketegangan tersebut adalah saat kelompok yang dipimpin Arab Saudi menyerang Yaman lewat udara pada bulan Maret 2015 karena kelompok Houthi dari Yaman menyerang terlebih dahulu.

Sampai saat ini, kurang lebih 80% dari seluruh penduduk Yaman akan terancam kelaparan kronis yang mengancam sampai tingkat kematian. Yang lebih parah lagi, sebanyak 2,2 bayi dan balita mengalami gizi buruk. Setiap 1 jam, setidaknya ada 6 orang anak dengan usia kurang dari 10 tahun meregang nyawa karena kondisi ini.

Karena sebuah serangan, pelabuhan di Yaman mengalami kerusakan. Hal ini juga semakin mempersulit keadaan mereka terutama dalam hal penyaluran bantuan. Salah satu lembaga sosial asal Indonesia yang bisa mengakses penyaluran bantuan ke Yaman adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kelompok relawan yang disebut Action Team sudah melakukan negosiasi sehingga bantuan bisa diterima rakyat Yaman.

Saat ini, menurut Tim ACT negara yang mengalami kelaparan adalah Sudan Selatan, Nigeria, Yaman, Somalia, dan Kenya. Namun yang paling buruk saat ini adalah Yaman. Bisa jadi, Yaman sangat sulit untuk mendapat bantuan dan kondisi masyarakatnya sangat memprihatinkan adalah karena kekeringan lama dan perang yang berkepanjangan. Ditambah lagi, banyak negara – negara sekitar yang tidak bisa membantu karena berada dalam masalah yang serupa.

Tidak kurang dari 20 juta orang mengalami bencana tersebut dan belum diketahui bagaimana proses penyelesaiannya agar krisis ini bisa selesai. Untuk itu, donasi yaman dari masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan. Saat ini Tim ACT masih membantu dengan cara pengiriman logistik. Setelah masalah ancaman kematian selesai, barulah mereka akan mencari beberapa profesional di bidang teknik yang bisa membantu mengatasi kekeringan dan mengembalikan produksi pertanian daerah ini.

Organisasi yang bekerja sama dengan ACR adalah Insani Yardim Vakfi, Tiga Rambu, Otoritas Jasa Keuangan, The ESQ Way 165, Kopindosat, Mandiri Club BPZIS, Bapekis BRI, Yayasan Baitul Maal BRI, MTT, Sedekah Brutal, Laznas BSM, Kopkar BSM, Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid, dan masih banyak lagi lainnya. Sudah waktunya kita semua ikut berpartisipasi dalam donasi, karena hal ini sudah menyangkut nyawa banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *