Mengenal Kebaya dan Perkembangannya

Apakah anda mengetahui asal usul kebaya?

Dulunya pakaian kebaya hanya dikenakan pada golongan keluarga pemerintah di Pulau Jawa sebelum tahun 1600. Selama masa penjajahan Belanda di kepulauan itu, wanita eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi.

Pakaian tadisional yang banyak dipake oleh wanit indonesia ini dibuat dari kain renda yang dipadankan dengan kain sarung, batik atau bisa juga dari pakaian tradisional lain seperti songket dengan motif warna-warni. Pakaian kebaya sendiri dipercaya berasal dari negara Arab. Pada zaman dahulu orang-orang Arab membawa baju kebaya (bahasa Arab adalah abaya) ke Nusantara. Kemudian pakaian kebaya mulai dikenal hingga ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi.

Berdasarkan sejarah, wanita peranakan Cina memakai pakaian kebaya nyonya sebagai pakaian harian pada awal tahun 1930-an. Di zaman sekarang ini, pakaian kebaya nyonya tidak hanya digunakan oleh wanita Asia saja, bahkan telah digunakan oleh wanita di seluruh dunia. Pada akhir abad ke-19, wanita-wanita dari Negara Belanda juga suka memakai kebaya untuk acara resmi yang cocok dengan iklim tropis di Indonesia. Pada masa tersebut, kebaya sudah mulai mengalami pembaruan, yang dulunya hanya menggunakan tenunan mori saja, kini telah menggunakan tenunan sutera dengan sulaman warna-warni.

Menurut perancang busana Ferry Setiawan, di era 1940-an, Presiden Soekarno memilih kebaya sebagai kostum nasional. Pada saat itu, kebaya dianggap busana tradisional perempuan Indonesia dan menjadi lambang emansipasi perempuan Indonesia karena kebaya merupakan busana yang dipakai oleh banyak tokoh kebangkitan perempuan Indonesia, seperti Raden Ajeng Kartini. Maka tidak mengherankan apabila di setiap tanggal 21 April banyak para siswi sekolah maupun kuliah, remaja putri, dan ibu-ibu tampil mengenakan pakaian kebaya.

Kini para perancang busana modern ternama seperti Dhea Panggabean, Anne Avantie, Amy Atmanto, dan perancang busana lainnya mampu merancang kebaya yang disesuaikan dengan gaya masa kini. Mereka mampu merubah kebaya menjadi lebih unik dan beragam dengan menghadirkan keanggunan modern, jadinya kebaya juga bisa dikenakan pada saat pesta. Seiring dengan berjalannya waktu, kini kebaya menjadi salah satu simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana nasional dan Model Kebaya Modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *